• Sabtu, 18 April 2026

Indonesia Hadapi Ancaman Krisis Dunia, Prabowo Dorong Energi Surya 100 Gigawatt dan Ketahanan Pangan

Photo Author
Tim 24 Jam News, Mining 24 Jam
- Kamis, 12 Maret 2026 | 17:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato strategi ketahanan energi dan pangan Indonesia saat acara HUT Danantara Indonesia di Jakarta.   (Facebook.com @Prabowo Subianto)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato strategi ketahanan energi dan pangan Indonesia saat acara HUT Danantara Indonesia di Jakarta. (Facebook.com @Prabowo Subianto)

Prabowo menyebut Indonesia telah mengurangi impor Solar melalui pengembangan biodiesel berbasis sawit sebagai bagian strategi transisi energi nasional.

Baca Juga: AS Tegaskan Target Perang Iran Belum Selesai, Rusia Diminta Tak Terlibat Konflik Kawasan Timur Tengah

Selain bioenergi, pemerintah juga mengembangkan potensi energi panas bumi yang disebut sebagai terbesar kedua di dunia namun belum dimanfaatkan optimal.

"Kita memiliki sumber geothermal sangat besar dan berbagai alternatif energi lain yang bisa memperkuat kemandirian energi nasional," ujar Prabowo.

Target Ambisius Pengembangan Energi Surya Seratus Gigawatt dalam Program Elektrifikasi

Prabowo juga mengumumkan kebijakan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan target kapasitas mencapai 100 Gigawatt.

Baca Juga: Polemik Kebijakan Impor Kendaraan Agrinas Jadi Ujian Transparansi Korporasi Negara Dukung Ketahanan Pangan

Program ini menjadi bagian agenda elektrifikasi nasional untuk mempercepat pemanfaatan energi bersih sekaligus meningkatkan rasio elektrifikasi nasional.

Ia menegaskan keputusan tersebut merupakan kebijakan strategis untuk menunjukkan kemampuan Indonesia bergerak cepat dalam transformasi energi global.

"Kita akan membangun energi surya 100 Gigawatt dalam waktu cepat dan membuktikan Indonesia mampu bergerak efektif," tegas Prabowo.

Baca Juga: Penanaman Jagung Serentak 2026 Jadi Langkah Besar Perkuat Ketahanan Pangan dan Produksi Jagung

Sebagai latar belakang, berbagai laporan media arus utama sebelumnya menyoroti pentingnya ketahanan energi dan pangan akibat tekanan geopolitik global serta volatilitas harga energi.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X