ekonomi

Stimulus Fiskal Rp37,4 Triliun Perkuat Daya Beli dan Konsumsi Domestik Akhir Tahun 2025

Kamis, 5 Februari 2026 | 11:25 WIB
Gedung Bank Mandiri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. (Dok. bankmandiri.co.id)

Pertumbuhan penjualan ritel tercatat rata-rata mencapai 5,0 persen secara tahunan.

Baca Juga: Data Istana Ungkap Fakta Perjalanan Prabowo ke Luar Negeri Hanya Pakai 1 Pesawat Kepresidenan

Angka ini meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang berada di kisaran 4,0 persen.

Mandiri Spending Index juga menunjukkan kenaikan signifikan, terutama pada belanja terkait mobilitas.

Peran Stimulus Fiskal dalam Menopang Permintaan Domestik

Pemerintah menggelontorkan stimulus fiskal sebesar Rp37,4 triliun pada kuartal IV 2025.

Baca Juga: Investor Ritel Naik 15 Persen, Anindya Bakrie Dorong Transparansi untuk Cegah Saham Gorengan

Stimulus ini mencakup bantuan langsung tunai, program magang, serta diskon libur akhir tahun.

Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga momentum konsumsi masyarakat.

Andry Asmoro menilai belanja fiskal yang meningkat tajam menjadi faktor penentu pertumbuhan ekonomi.

Belanja pemerintah diproyeksikan tumbuh 8,0 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025.

Baca Juga: Satu Tahun Pemerintahan, Prabowo Konsisten Gunakan 1 Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia ke Luar Negeri

Angka ini meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,5 persen.

Belanja pegawai meningkat sekitar 40,0 persen secara tahunan, belanja modal melonjak hingga 44,2 persen seiring percepatan proyek pemerintah.

Belanja bantuan sosial juga meningkat 70,4 persen, termasuk untuk penanganan bencana di Sumatera.

Baca Juga: Video Hewan Berputar Ramai Dibahas, Pakar IPB Ungkap Fakta - Fakta Sains yang Jarang Diketahui

Halaman:

Tags

Terkini