Andry Asmoro menilai peningkatan impor mencerminkan aktivitas ekonomi domestik yang sehat.
Ia menegaskan bahwa perlambatan sektor eksternal tidak mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Permintaan domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: PPATK Ungkap PETI dan Emas Ilegal Rugikan Negara Hingga Rp 992 Triliun dalam Tiga Tahun
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 diproyeksikan mencapai 5,07 persen.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi 2024 yang tercatat sebesar 5,03 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data resmi produk domestik bruto pada 5 Februari 2026.**
Artikel Terkait
Edukasi Jadi Kunci, Anindya Bakrie Nilai Saham Gorengan Ancaman Kredibilitas Pasar Modal Indonesia
Pidato Prabowo Ungkap Konsolidasi 1.000 Korporasi Negara Dengan Aset 1,04 Triliun Dolar AS Terpadu
Prabowo Kritik Bonus Direksi BUMN Puluhan Miliar Di Tengah Kredit Bank Himbara Rp5.000 Triliun
Gerakan Pangan Murah Naik 71 Persen, Bapanas Optimistis Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan
Kasus IPO PIPA Disorot Bareskrim, Tiga Tersangka Baru dan Dugaan Manipulasi Pasar Saham Nasional
Status Buronan Internasional, Ruang Gerak Riza Chalid Menyempit Usai Pengumuman Red Notice Interpol
Amerika Serikat Perkuat Rantai Pasok Global Lewat Investasi 1,6 Miliar Dolar AS di Vietnam
PPATK Ungkap Dana Emas Ilegal Rp 992 Triliun dari Tambang Ilegal dan Jaringan Ekspor Gelap
Hoaks Dua Pesawat Kepresidenan Terbantahkan, Ini Penjelasan Resmi Seskab Teddy Indra Wijaya
Gugat Korporasi Tambang Martabe Rp226 Miliar, Isu Lingkungan dan Kontrak Karya Mengemuka