Strategi Investor Berubah Menuju Pendekatan Defensif dan Selektif
Kusfiardi menyarankan investor untuk mengedepankan strategi defensif di tengah volatilitas tinggi pasar.
Ia menilai kenaikan harga saham saat ini lebih tepat dimanfaatkan untuk aksi ambil untung.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Praktik Ilegal Hutan Meski Aparat Hadapi Ancaman di Lapangan
“Ini bukan waktu agresif, tetapi waktu menjaga likuiditas dan membaca arah arus modal global,” tegasnya.
Pergerakan IHSG diproyeksikan tetap volatil dan cenderung terbatas tanpa dukungan arus dana asing.
Investor diimbau menunggu koreksi sebagai momentum masuk yang lebih ideal dalam kondisi pasar saat ini.****
Artikel Terkait
Negara Amankan Rp11,42 Triliun Dari Penertiban Tambang Ilegal dan Perkebunan Hutan Sepanjang Awal Tahun 2026
Satgas PKH Selamatkan Rp371 Triliun Aset Negara dari Praktik Ilegal Kawasan Hutan Sejak Awal Operasi
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tambang Ilegal Tanpa Kompromi, Selamatkan Aset Negara Ratusan Triliun Rupiah
Kenapa Program MBG Butuh Motor Listrik, Pemerintah Ungkap Alasan Untuk Distribusi Gizi Ke Daerah Sulit
Surat Tahunan Jamie Dimon Ungkap Risiko Utang Global dan Dampak Perang Iran Pada Pasar Keuangan
Prabowo Sebut Hasil Satgas PKH Bisa Ubah Nasib Rakyat Lewat Pendidikan dan Infrastruktur Nasional
Usulan Kenaikan Harga BBM Diperdebatkan, DPR Nilai Daya Beli Masyarakat Bisa Turun Drastis Saat Ini
Harga BBM Subsidi Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global, Ini Fakta Konsumsi Dan Impor Energi Indonesia
Gagalnya Negosiasi AS - Iran Picu Risiko Energi Dunia, Rusia Tawarkan Jalan Damai Baru untuk Kawasan
Gagalnya Perundingan AS - Iran Picu Risiko Global, Indonesia Diminta Siap Hadapi Dampak Ekonomi Energi