Skenario Depresiasi Rupiah Perlu Diantisipasi Melalui Kebijakan Preventif
Anthony Budiawan memperkirakan depresiasi rupiah hingga sekitar Rp20.400 per Dolar AS masih dalam rentang historis jika pelemahan mencapai 20 persen.
Ia mengatakan skenario tersebut bisa terjadi dalam rentang tiga sampai enam bulan jika tekanan eksternal meningkat signifikan.
Anthony Budiawan menilai pemerintah perlu memperkuat fundamental ekonomi untuk mengurangi risiko tekanan nilai tukar yang berulang.
Pelajaran Krisis 1997 Menjadi Referensi Penting Mitigasi Risiko Ekonomi
Anthony Budiawan mengingatkan pelemahan rupiah 25 sampai 30 persen pada 1997 mendorong Indonesia meminta bantuan International Monetary Fund.
Baca Juga: Mengapa Saudi Aramco Kurangi Pasokan Minyak ke Asia Saat Permintaan Energi Mulai Pulih Kembali
Ia menyebut keterlambatan respons kebijakan saat itu memperbesar dampak krisis hingga memicu tekanan sistem keuangan nasional.
Anthony Budiawan menekankan pelajaran sejarah menunjukkan pentingnya mitigasi risiko sejak dini sebelum tekanan berubah menjadi krisis valuta.
Media arus utama sebelumnya melaporkan volatilitas pasar global meningkat akibat konflik geopolitik dan kebijakan suku bunga ketat negara maju.
Baca Juga: 140 Juta Barel Minyak Iran Dilepas ke Pasar Global, Ini Dampaknya Terhadap Harga Minyak Dunia
Bank Indonesia dalam berbagai publikasi resmi menyebut stabilitas eksternal menjadi fokus utama kebijakan moneter beberapa tahun terakhir.
Anthony Budiawan menegaskan penguatan sektor riil dan ekspor bernilai tambah menjadi strategi penting memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia jangka panjang.****
Artikel Terkait
Fakta Kasus Dugaan Penggelapan Dana Jemaat di Sumut, Status Oknum BNI dan Upaya Pengejaran Interpol
Kasus Tambang Ilegal Mandailing Natal Sumut Jadi Fokus Penindakan Polisi dan Pengawasan Lingkungan Nasional
Kebijakan Baru AS Terhadap Minyak Iran Dinilai Strategi Stabilkan Pasar Energi Global Saat Konflik Regional
Target Produksi Batu Bara 2026 Direvisi, Pemerintah Fokus Stabilitas Harga Energi dan Ketahanan Fiskal
Mengapa Jaringan Media Ekonomi BNC Penting untuk Bangun Kredibilitas Informasi Corporate Action
Langkah Saudi Aramco Batasi Distribusi Minyak Asia Jadi Sinyal Stabilitas Harga Energi Global Tahun Ini
Ketegangan Timur Tengah Dorong Filipina Cari Alternatif BBM Lebih Murah Meski Risiko Lingkungan Meningkat
Antusiasme Warga di Open House Prabowo Ungkap Kedekatan Presiden dan Rakyat dalam Tradisi Lebaran
Isu Tambang Emas Tumpang Pitu Menguat, Pegiat Anti Korupsi Soroti Dugaan Pengaburan Fakta Penyelidikan KPK
Pajak Naik Tajam Awal 2026, Kebijakan Likuiditas Jadi Kunci Pertumbuhan Penerimaan Negara Tahun Ini