Sembilan Komoditas Strategis Dipastikan Tidak Memerlukan Impor Tahun Ini
Pemerintah menegaskan sedikitnya sembilan komoditas pangan pokok strategis telah sepenuhnya disokong produksi dalam negeri sehingga tidak membutuhkan impor tambahan.
Baca Juga: Serangan Israel - AS Ke Iran Picu Spekulasi Kematian Ali Khamenei dan Ketegangan Regional Meningkat
Komoditas tersebut meliputi beras, jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, telur ayam, daging ayam, dan minyak goreng.
Sarwo Edhy menjelaskan capaian ini menunjukkan ketahanan sistem produksi pangan nasional semakin kuat dalam menghadapi dinamika global.
Data pemerintah menunjukkan surplus gula konsumsi mencapai 595 ribu ton, cabai besar 74 ribu ton, cabai rawit 105 ribu ton, serta bawang merah 57 ribu ton.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas Usai Operasi Preemptive AS - Israel Targetkan Infrastruktur Strategis Iran
Ketersediaan protein hewani juga aman dengan surplus daging ayam 727 ribu ton dan telur ayam sekitar 349 ribu ton.
Serapan Produksi Dalam Negeri Perkuat Cadangan Beras Pemerintah Nasional
Penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah dilakukan melalui penyerapan produksi domestik yang dijalankan secara masif sejak awal tahun 2026.
Hingga minggu keempat Februari 2026, serapan setara beras oleh Perum Bulog mencapai 552,4 ribu ton dari produksi dalam negeri.
Angka tersebut meningkat 196,9 persen dibandingkan periode Januari hingga Februari 2025 yang hanya mencapai 186 ribu ton.
Sarwo Edhy menyebut peningkatan serapan menunjukkan tren produksi beras nasional terus mengalami pertumbuhan positif.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi menjaga stabilitas harga serta melindungi petani sebagai produsen utama pangan nasional.
Gejolak Geopolitik Global Dinilai Tidak Ganggu Ketahanan Pangan Indonesia
Pemerintah menilai dinamika geopolitik global belum memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan pangan strategis nasional.
Artikel Terkait
Pemerintah Perkuat Pembiayaan Koperasi Ekspor, Manggis Subang Jadi Contoh Transformasi Ekonomi Desa
Ekosistem Promedia Dorong Indonesiaraya.co.id Bangun Masa Depan Media Berbasis Teknologi Digital
Serangan Teheran Sabtu 28 Februari 2026 Guncang Politik Global dan Menguji Keamanan Timur Tengah
Halmahera Arc dan Emas Maluku Utara Ungkap Sejarah Geologi Investasi Tambang dan Masa Depan Ekonomi
Program Koperasi Desa Gunakan Kendaraan Impor, Kadin Ajak Pemerintah Perkuat Produksi Secara Bertahap
Klaim dan Bantahan Kematian Ali Khamenei Jadi Sorotan Dunia di Tengah Serangan Israel dan AS
Kematian Ali Khamenei Guncang Stabilitas Iran dan Timur Tengah, Apa Dampaknya Terhadap Politik Global
Menguak Emas Tumpang Pitu Banyuwangi, dari Warisan Blambangan Hingga Tambang Strategis Energi
Sorotan Mengarah ke Pulau Gebe Saat Industri Nikel Diuji Isu Lingkungan dan Kepatuhan Hukum
Konflik Iran Memanas. Jusuf Kalla Peringatkan Risiko BBM Langka Indonesia Akibat Serangan AS dan Israel