MINING 24 JAM - Bagaimana respons BEI dan otoritas pasar terhadap kekhawatiran global akan transparansi data emiten?
Kekhawatiran Investor Global, BEI, dan Pergantian Pemimpin
Iman Rachman, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), resmi mengundurkan diri (30/1/2026) setelah gelombang penjualan besar-besaran di pasar saham yang menyebabkan IHSG mengalami penghentian perdagangan (trading halt) dua hari berturut-turut.
Iman menyatakan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar, walaupun IHSG kembali menguat sebelum pengumuman resmi dirinya.
Baca Juga: Vietnam Jadi Mitra Strategis Mineral Kritis, Investasi Besar Amerika Serikat Mulai Direalisasikan
Pasar saham Indonesia sempat jatuh lebih dari 8 persen dalam dua sesi, dipicu oleh kekhawatiran bahwa Bursa Indonesia belum memenuhi kriteria transparansi data kepemilikan saham global, terutama menurut lembaga indeks MSCI.
Tantangan Transparansi Data dan Persoalan Free Float
Kekhawatiran itu muncul setelah MSCI memperingatkan akan pembekuan rebalancing indeks dan potensi penurunan status pasar jika isu data free float belum terselesaikan sebelum Mei 2026.
BEI telah berdiskusi intensif sejak akhir 2025 mengenai formulasi penyajian data investor sesuai standar internasional, termasuk kolaborasi dengan Financial Times Stock Exchange (FTSE), namun belum memuaskan ekspektasi investor asing.
Baca Juga: Kejaksaan Agung Siapkan Deportasi Dan Ekstradisi Riza Chalid Setelah Red Notice Interpol Diterbitkan
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan menaikkan syarat free float minimum 15 persen bagi korporasi tercatat, sebagai upaya perbaikan aksesibilitas pasar dan transparansi data.
Respons Regulasi dan Dampak PasarRespons pasar terhadap isu free float dan transparansi memicu arus jual besar-besar, termasuk penarikan modal oleh investor asing yang tersisa di pasar Indonesia.
Menurut sumber media, investor global menarik puluhan juta dolar dari pasar setelah munculnya kekhawatiran downgrade dan ketidakpastian status pasar.
Baca Juga: Kasus Saham Gorengan IPO PIPA, Peran Penjamin Emisi dan Langkah Hukum yang Dilakukan Bareskrim
Iman Rachman dalam beberapa kesempatan sebelumnya menjelaskan bahwa anjloknya IHSG dipengaruhi “panic selling” investor setelah pengumuman MSCI, yang memicu reaksi pasar tak terkendali.
Langkah Strategis Korporasi dan Regulasi
Meski mundur, Iman berharap pengunduran diri membuka ruang perbaikan struktur dan kebijakan di BEI.
Artikel Terkait
Edukasi Jadi Kunci, Anindya Bakrie Nilai Saham Gorengan Ancaman Kredibilitas Pasar Modal Indonesia
Pidato Prabowo Ungkap Konsolidasi 1.000 Korporasi Negara Dengan Aset 1,04 Triliun Dolar AS Terpadu
Prabowo Kritik Bonus Direksi BUMN Puluhan Miliar Di Tengah Kredit Bank Himbara Rp5.000 Triliun
Gerakan Pangan Murah Naik 71 Persen, Bapanas Optimistis Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan
Kasus IPO PIPA Disorot Bareskrim, Tiga Tersangka Baru dan Dugaan Manipulasi Pasar Saham Nasional
Status Buronan Internasional, Ruang Gerak Riza Chalid Menyempit Usai Pengumuman Red Notice Interpol
Amerika Serikat Perkuat Rantai Pasok Global Lewat Investasi 1,6 Miliar Dolar AS di Vietnam
PPATK Ungkap Dana Emas Ilegal Rp 992 Triliun dari Tambang Ilegal dan Jaringan Ekspor Gelap
Hoaks Dua Pesawat Kepresidenan Terbantahkan, Ini Penjelasan Resmi Seskab Teddy Indra Wijaya
Gugat Korporasi Tambang Martabe Rp226 Miliar, Isu Lingkungan dan Kontrak Karya Mengemuka