MINING 24 JAM - Bisakah Danantara benar-benar menjadi Temasek versi Indonesia yang memperkuat ekonomi nasional?
Ataukah lembaga ini justru akan diuji oleh tantangan tata kelola, transparansi, serta tekanan ekspektasi publik?
Harapan Besar Publik Terhadap Danantara Sebagai Mesin Investasi Pemerintah
Danantara dibentuk sebagai sovereign wealth fund Indonesia dengan mandat memperkuat investasi nasional dan mengoptimalkan aset BUMN.
Dalam diskusi INSIGH, Direktur Next Indonesia Center, Herry Gunawan mengatakan keberadaan Danantara harus diarahkan sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Ia menilai ekspektasi besar masyarakat wajar muncul karena sumber pendanaan lembaga ini berasal dari kekayaan negara.
Tantangan Awal Danantara dalam Menjawab Keraguan Publik dan Pelaku Pasar
Utang yang disebut mendekati Rp300 triliun pada fase awal operasional menjadi perhatian publik terhadap kesehatan keuangan lembaga tersebut.
Menurut Herry, fase awal lembaga investasi memang membutuhkan pembiayaan besar selama memiliki roadmap investasi yang terukur.
Ia menegaskan disiplin portofolio dan mitigasi risiko akan menentukan kredibilitas Danantara di mata investor.
Pentingnya Fokus Pada Investasi Produktif Bernilai Tambah Tinggi Nasional
Herry Gunawan menjelaskan Danantara sebaiknya memprioritaskan sektor produktif yang memberikan multiplier effect terhadap ekonomi.
Ia mencontohkan investasi yang meningkatkan rasio investasi nasional akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Menurutnya, strategi tersebut dapat menjadikan Danantara sebagai instrumen pembiayaan pembangunan tanpa menambah tekanan fiskal pemerintah.
Reformasi Tata Kelola Jadi Syarat Danantara Mencapai Target Ekonomi Nasional
Ia juga menekankan reformasi tata kelola sebagai syarat agar Danantara tidak hanya menjadi pengelola aset, tetapi institusi investasi profesional.