Gerakan Pangan Murah dan SPHP Jadi Andalan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan 296 kegiatan hingga akhir Januari 2026.
Baca Juga: Utang Amerika Serikat Tembus 38 Triliun Dolar AS, Ray Dalio Ingatkan Risiko Siklus Ekonomi Global
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dan jagung pakan kembali dijalankan setelah mendapatkan persetujuan Anggaran Belanja Tambahan dari Kementerian Keuangan.
Langkah ini bertujuan menjaga pasokan dan menahan fluktuasi harga di tingkat konsumen.
Komitmen Penegakan HET dan Jaminan Pasokan
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku usaha yang menjual pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Baca Juga: Anindya Bakrie Soroti Saham Gorengan Seiring Pertumbuhan Investor Ritel Dua Digit Nasional
“Satgas Pangan Polri akan bertindak tegas jika ditemukan pelanggaran harga pangan,” tegas Amran.
Ia memastikan pasokan beras, jagung, gula konsumsi, bawang, telur, dan daging berada dalam kondisi aman nasional.**
Artikel Terkait
Danantara Klarifikasi Isu Perombakan Direksi Bank BUMN Usai Pernyataan Menhan Arahan Presiden
Dana Kelolaan Besar Danantara Mulai Mengalir ke Saham - Saham Likuid di Bursa Efek Indonesia
3 Fakta Terbaru Deteksi Lokasi Riza Chalid oleh Interpol, Polri Siapkan Langkah Hukum Lanjutan
Kebijakan Tambang Rakyat 2026: Kementerian ESDM Tetapkan 313 Wilayah Pertambangan Rakyat
Nomura Ikuti Goldman Sachs, Risiko Capital Outflow 13 Miliar Dolar AS Bayangi Pasar Saham Indonesia
Bogor Jadi Fokus Penutupan Tambang Jabar Temukan 176 Lokasi Ilegal Bermasalah Keselamatan
Rencana Pengalihan Tambang Emas Martabe Berisiko Tekan Valuasi Korporasi United Tractors Dan Astra
Ungkap 3 Penyebab Saham Anjlok, Koreksi Dinilai Wajar Usai Valuasi Tinggi Tak Sejalan Fundamental
Edukasi Jadi Kunci, Anindya Bakrie Nilai Saham Gorengan Ancaman Kredibilitas Pasar Modal Indonesia
Pidato Prabowo Ungkap Konsolidasi 1.000 Korporasi Negara Dengan Aset 1,04 Triliun Dolar AS Terpadu