Menurutnya, pengelolaan sumber daya harus mempertimbangkan keberlanjutan serta kepentingan generasi mendatang.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya dilema antara kebutuhan ekonomi jangka pendek dan keberlanjutan sumber daya nasional.
Perbedaan pendekatan ini mencerminkan dinamika kebijakan energi dalam menghadapi tantangan global.
Peluang Peningkatan Pendapatan Negara dari Ekspor Komoditas Energi Nasional
Pemerintah juga mengkaji kemungkinan penerapan bea keluar ekspor batu bara untuk memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas global.
Airlangga menyebut potensi windfall profit dapat menjadi sumber tambahan penerimaan negara apabila mekanisme fiskal dirancang secara tepat.
Ia menegaskan pemerintah masih menghitung struktur tarif yang ideal agar tidak mengurangi daya saing ekspor Indonesia.
Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat penerimaan negara tanpa mengganggu kebutuhan energi domestik.
Optimalisasi penerimaan dari sektor sumber daya alam masih menjadi bagian penting strategi pembiayaan pembangunan nasional.
Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan fiskal di tengah tekanan ekonomi global.
Konteks Kebijakan Energi Nasional Dalam Transisi Menuju Energi Bersih
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah juga mendorong transisi menuju energi lebih bersih melalui pengembangan energi terbarukan.
Namun batu bara masih memiliki peran dominan dalam bauran energi nasional terutama pada sektor ketenagalistrikan.