MINING 24 JAM - Ketika anggaran negara terbatas, bagaimana pemerintah menentukan program yang benar-benar berdampak bagi ekonomi masyarakat?
Apakah efisiensi belanja negara dan strategi pembiayaan baru menjadi kunci menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan?
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menyoroti pentingnya efisiensi anggaran serta penentuan program prioritas dalam menghadapi ketidakseimbangan fiskal negara.
Hal itu disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan setelah berdiskusi dengan sejumlah ekonom di Jakarta Selatan pada Minggu (08/03/2026).
Ia menilai pemerintah perlu mengarahkan pembiayaan negara kepada program yang memberikan dampak langsung bagi pembangunan ekonomi nasional.
Ketidakseimbangan Fiskal Menuntut Pemerintah Mengoptimalkan Strategi Pembiayaan Pembangunan Nasional
Jusuf Kalla mengatakan kondisi ketidakseimbangan fiskal menuntut pemerintah menata kembali kebijakan pembiayaan pembangunan nasional.
Baca Juga: Khalid Basalamah Bandingkan Kebebasan Azan Indonesia dengan Negara Lain Saat Bahas Soal Kritik
Menurutnya, pengeluaran negara perlu diarahkan pada sektor yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi.
Ia menilai strategi pembiayaan yang tepat dapat membantu memperkuat stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Solusinya antara lain memilih pembiayaan yang dapat memajukan negara dan berdampak pada masyarakat,” ujar Jusuf Kalla.
Baca Juga: Kasus Skincare Richard Lee Masuki Babak Baru Setelah Penahanan Oleh Penyidik Polda Metro Jaya
Efektivitas Belanja Negara Menjadi Faktor Penting dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi
Jusuf Kalla menilai pengelolaan belanja negara yang efektif menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas fiskal Indonesia.
Pemerintah dinilai perlu menurunkan pengeluaran yang kurang produktif dan memprioritaskan program yang memberi dampak ekonomi luas.